Kisah Penjual yang Jujur
Hari ini aku mau cerita tentang kisah penjual jujur yang pernah aku temui. Semoga kisahnya dapat menginspirasi penjual serupa. Saat itu kira-kira sekitar tahun 2013 silam. Di masa itu, transportasi online dan juga jasa makanan online belum marak seperti sekarang ini. Bahkan bus Trans Jakarta masih menggunakan pembiayaan secara tunai dan belum menggunakan kartu. Aku sudah bekerja kala itu sebagai pengajar di sebuah perguruan tinggi swasta. Karena perguruan tinggi tempatku mengajar memiliki beberapa cabang kampus, ada kalanya aku harus mendadak pindah dari satu kampus ke kampus cabang lainnya untuk meeting kepanitiaan atau rapat konsorsium. Aku menggunakan moda transportasi publik untuk berpindah dari kampus satu ke kampus lainnya. Cukup melelahkan memang. Apalagi jika ada meeting mendadak di saat jam makan siang. Tidak ada cukup waktu untuk makan siang karena lalu lintas siang hari di Jakarta tidak dapat diprediksi dan aku tidak mau terlambat karena perkara kemacetan lalu lin...